BantuanRakyat.com - Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian besar terhadap penyaluran bantuan sosial (bansos) agar dapat diterima oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan efektivitas program perlindungan sosial.
Untuk mendukung tujuan tersebut, pemerintah melalui Komite Percepatan Transformasi Digital yang dipimpin oleh Luhut Binsar Pandjaitan tengah mengembangkan program Digitalisasi Perlindungan Sosial (Perlinsos). Program ini dirancang untuk memperkuat pengelolaan data dan penyaluran bansos secara lebih modern, terintegrasi, dan transparan.
Salah satu capaian penting dalam pengembangan Perlinsos adalah mulai terhubungnya data antar kementerian dan lembaga. Integrasi ini dinilai menjadi fondasi utama dalam menghasilkan kebijakan yang lebih akurat dan berbasis data.
Baca Juga: Belum Cair Bansos BPNT Juni 2026? Ini Dia Penyebabnya!
“Digitalisasi ini memang sangat penting sehingga proses pengambilan keputusan harus berbasis data yang akurat. Kami bersyukur antar kementerian dan lembaga yang memiliki sekitar 27 ribu aplikasi sudah mulai tersambung,” ujar Luhut pada 7 Mei 2026.
Ke depan, pemerintah juga akan memanfaatkan teknologi pengenalan wajah (face recognition) serta kecerdasan artifisial (AI) untuk meningkatkan proses verifikasi dan validasi penerima bansos. Teknologi ini diharapkan dapat meminimalkan kesalahan data sekaligus mencegah potensi penyalahgunaan bantuan.
Sebagai langkah awal, teknologi tersebut telah diuji coba di Banyuwangi, Jawa Timur. Hasil uji coba menunjukkan tingkat akurasi yang tinggi dalam proses identifikasi penerima manfaat.
Baca Juga: Cuma Pakai NIK! Cara Cek Bansos Terbaru 2026, Hasil Muncul dalam Hitungan Detik
“Dengan face recognition yang sudah kita praktikkan di Banyuwangi, hasilnya ternyata sangat akurat,” kata Luhut.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul turut menyambut positif implementasi digitalisasi bansos. Menurutnya, sistem baru ini akan memberikan kemudahan baik bagi masyarakat maupun pemerintah dalam pengambilan keputusan.
Melalui digitalisasi, pemerintah tidak hanya dapat mengetahui kondisi ekonomi penerima bantuan, tetapi juga memperoleh data yang lebih lengkap, termasuk identitas biometrik. Hal ini memungkinkan proses verifikasi dilakukan secara lebih cepat dan akurat.
“Dengan adanya digitalisasi bansos ini, kita bisa mengetahui profil penerima bansos secara lebih lengkap. Tidak hanya aset atau kepemilikan rumah, tetapi juga data biometrik sehingga identifikasi penerima menjadi lebih akurat,” ujar Gus Ipul.
Ia menjelaskan, sistem Perlinsos nantinya akan terhubung dengan berbagai basis data pemerintah, seperti Kementerian Sosial, Dukcapil, BPS, PLN, BKN, Korlantas Polri, BPJS, ATR/BPN, serta sejumlah instansi lainnya. Integrasi data ini akan memperkuat proses pemutakhiran data penerima manfaat secara berkala.
Artikel Terkait
3 Program Bantuan Sosial 'Andalan' Kemensos, Upaya Presiden Prabowo Atasi Kemiskinan hingga Cegah Stunting
Cuma Pakai NIK! Cara Cek Bansos Terbaru 2026, Hasil Muncul dalam Hitungan Detik
Belum Cair Bansos BPNT Juni 2026? Ini Dia Penyebabnya!